Cek Tol Lebih Mudah, Travoy Hadirkan Fitur Baru

tuserparabola- Ketidakpastian situasi lalu lintas di jalan raya sering kali menjadi penyebab stres bagi pengendara, khususnya ketika liburan panjang tiba.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PT Jasa Marga (Persero) Tbk meluncurkan pembaruan aplikasi Travoy yang kini dilengkapi dengan fitur lebih lengkap dan tampilan logo baru, secara resmi diperkenalkan di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

Melalui pembaruan ini, pengguna jalan tol kini mampu mengawasi situasi perjalanan dengan lebih lengkap.

Mulai dari akses lebih dari 3.500 kamera pengawas, informasi area istirahat secara digital, hingga tersedianya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Travoy juga terhubung dengan sumber pendanaan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk, termasuk data gerbang tol yang menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Kepala Perusahaan Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menyatakan, perubahan tersebut sebenarnya telah diuji coba terlebih dahulu pada saat liburan Natal dan Tahun Baru 2026.

Menurutnya, masa liburan panjang merupakan waktu yang cocok untuk mengevaluasi sejauh mana aplikasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menghadapi kemacetan lalu lintas.

"Pada masa Nataru lalu kami memang telah mencoba memperkenalkan Travoy kepada masyarakat. Pada arus balik, volumenya mencapai sekitar 200 ribu kendaraan, sehingga menjadi kesempatan uji coba yang sangat sesuai," kata Rivan di sela peluncuran, Sabtu (10/1/2025).

Akibatnya, penggunaan aplikasi Travoy tercatat cukup menonjol.

Berdasarkan prediksi pergerakan sekitar 2,9 juta orang yang keluar dan masuk wilayah Jabotabek, jumlah pengguna Travoy mencapai sekitar 60 ribu atau setara dengan 30 persen dari target penggunaan yang diharapkan oleh Jasa Marga.

"Angka tersebut menunjukkan masyarakat mulai terbiasa memeriksa kondisi jalan terlebih dahulu. Bahkan pada 4 Januari 2026, kemacetan yang kami khawatirkan tidak terjadi," kata Rivan.

Ia menilai, kelancaran arus lalu lintas tidak dapat dipisahkan dari peran informasi yang diperoleh pengguna sebelum memulai perjalanan.

Dengan memahami titik kemacetan, kondisi area istirahat, serta keadaan di ruas jalan tol tertentu, pengemudi dapat membuat keputusan yang lebih tenang dan terencana.

Tidak hanya terkait CCTV, Travoy juga terhubung dengan sistem manajemen area istirahat yang dimiliki Jasa Marga.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengawasi tingkat kepadatan area istirahat sebelum memasuki kawasan tersebut, sehingga bisa menghindari antrian yang panjang yang sering kali menjadi penyebab kelelahan selama perjalanan jauh.

"Travoy bukan sekadar tentang kamera, tetapi bagaimana informasi tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengatur perjalanan mereka. Pada hari biasa, aplikasi ini paling sering digunakan untuk memeriksa kondisi lalu lintas, bantuan derek, dan keadaan jalan tol," ujar Rivan.

Masa depan, Jasa Marga berencana meningkatkan penggunaan Travoy menjelang libur Lebaran 2026.

Pengembangan fitur akan terus dilakukan agar aplikasi ini semakin sesuai dengan kebutuhan perjalanan, bukan hanya sebagai tambahan.

“Kami berharap Travoy dapat dimanfaatkan secara lebih luas di seluruh jalan tol. Dengan perpindahan teknologi ini, kami terus memberikan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat dan akurat,” tutupnya.