Agak Lain: Kibarkan Api! Pecahkan Rekor, Jadi Film Indonesia Terlaris

Warta Bulukumba- Di dalam gedung bioskop yang gelap, tawa bukan lagi sekadar hiburan. Ia berubah menjadi angka, data, dan sejarah baru. Pada 2 Januari 2026, film komedi "Agak Laen: Menyala Pantiku!" secara resmi mencatat namanya sebagaiFilm Indonesia Paling Populer Sepanjang Masa dengan capaian 10.250.000 penonton.
Angka tersebut bukan hanya sekadar rekor. Ia menunjukkan perubahan preferensi penonton, sekaligus membuktikan bahwa komedi—yang sering dianggap remeh—dapat menjadi kekuatan utama dalam industri perfilman nasional.
Film karya Muhadkly Acho ini melebihi pencapaian "JUMBO" (2025), film animasi yang sebelumnya mencatatkan sejarah dengan mengungguli "KKN di Desa Penari" (2022). Batu estafet film paling laris pun secara resmi berpindah tangan.
Imajinasi, komedi, dan rumus yang matang
Hasil ini tidak muncul secara tiba-tiba. Perusahaan produksi Imajinari konsisten menciptakan lingkungan film yang berbasis pada cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dialog yang segar, serta keberanian dalam mengolah ketidakmasukakalan sosial menjadi tawa bersama.
"Agak Laen: Menyala Pantiku!" adalah sekuel yang terpisah dari film "Agak Laen" (2024). Daripada mengulang formula sebelumnya, film ini hadir sebagai kisah baru dengan semangat yang sama: komedi sebagai cerminan masyarakat.
Muhadkly Acho, sebagai penulis sekaligus sutradara, menyampaikan rasa terima kasih atas pencapaian tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja sama seluruh tim produksi dan pemain, serta dukungan penonton yang tetap mendukung film ini agar tetap tayang di layar.
Dari layar bioskop ke statistik nasional
Selain menjadi rekor pribadi, prestasi "Agak Laen: Menyala Pantiku!" memiliki dampak yang lebih luas. Film ini turut meningkatkan jumlah penonton film Indonesia sepanjang tahun 2025 hingga mencapai 80 juta penonton—angka yang memperkuat harapan akan bangkitnya industri perfilman nasional setelah pandemi.
Dari sudut pandang industri, pencapaian ini menunjukkan bahwa film lokal tidak lagi hanya menjadi pilihan alternatif, tetapi sudah menjadi arus utama. Komedi, yang sebelumnya sering dianggap sebagai genre yang aman, kini terbukti mampu menduduki puncak box office.
Kemenangan ini juga memperkuat peran krusial komunitas komika dalam ekosistem perfilman. Nama-nama seperti Boris Bokir, Bene Dion, Indra Jegel, dan Oki Rengga bukan hanya aktor di layar, tetapi daya tarik penonton dari berbagai kalangan usia.
Zaman baru film paling populer Indonesia
Dirilis pada 27 November 2025, film ini terus menunjukkan ketahanan yang luar biasa di layar lebar. Tingkat penonton yang stabil menunjukkan bahwa pengaruh mulut ke mulut masih menjadi faktor penting di tengah persaingan dari platform digital.
Selanjutnya, keberhasilan "Agak Laen: Menyala Pantiku!" menunjukkan perubahan arah cerita film terlaris Indonesia—dari genre horor yang berlandaskan mitos menuju komedi yang berbasis pada realitas sosial.
Pada titik ini, tawa bukan lagi sekadar cara untuk menghindar. Ia menjadi bahasa yang sama yang menghubungkan penonton, sutradara film, dan industri dalam kesadaran baru: film Indonesia sedang memasuki masa paling dinamisnya.