KNG Tekan Antrean, Permohonan Adminduk di MPP Siola Surabaya Turun Drastis
tuserparabola- Penggunaan layanan administrasi kependudukan (adminduk) secara online melalui aplikasi Klampid New Generation (KNG) terbukti efektif mengurangi jumlah pengunjung yang datang langsung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola Surabaya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat, jumlah pemohon adminduk di MPP Siola mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menyatakan bahwa sebelum layanan adminduk berbasis online ditingkatkan, jumlah pengaju di MPP Siola bisa mencapai sekitar 3.000 orang setiap hari. Kini, angka tersebut telah menurun secara signifikan hingga maksimal 400 pengaju per hari.
Dulunya, pelayanan adminduk di MPP Siola bisa mencapai tiga ribu pemohon dalam sehari. Kini, maksimal sekitar empat ratus pemohon. Hal ini disebabkan karena pelayanan adminduk sebenarnya sudah dilakukan secara online," ujar Eddy, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, MPP Siola adalah pusat layanan publik yang mengelola berbagai jenis layanan dari berbagai instansi, seperti perpajakan, kejaksaan, dan kepolisian. Meskipun demikian, adminduk menjadi salah satu layanan yang paling diminati oleh masyarakat.
Maka pelayanan adminduk di MPP Siola termasuk dalam beberapa layanan, mulai dari lembaga perpajakan, kejaksaan, kepolisian, dan sebagainya. Nah, salah satu layanan yang disukai adalah adminduk," ujar Eddy.
Eddy menekankan, pengurangan antrian di MPP Siola disebabkan oleh upaya Pemkot Surabaya yang mendorong warga menggunakan layanan adminduk secara mandiri melalui aplikasi KNG maupun pelayanan di tingkat kelurahan.
Hampir semua layanan adminduk dapat diselesaikan di tingkat kelurahan atau mandiri melalui aplikasi KNG mobile. Mulai dari pencetakan KTP, perubahan biodata, pengajuan akta kelahiran, akta kematian, hingga pemindahan domisili," ujarnya.
Oleh karena itu, Eddy mengatakan bahwa saat ini layanan adminduk di MPP Siola lebih fokus pada konsultasi serta penyelesaian masalah yang tidak bisa diselesaikan di tingkat kelurahan. Contohnya, pengurusan dokumen warga negara asing (WNA) yang membutuhkan KITAS atau kasus perbedaan nama antara KTP dan dokumen kependudukan lainnya.
"Jika memang tidak terselesaikan di tingkat kelurahan, baru dapat diajukan ke Siola untuk kita lakukan pemeriksaan," ujar Eddy.
Meski begitu, Eddy menekankan bahwa beberapa layanan masih memerlukan pemohon datang langsung ke MPP Siola, misalnya perubahan foto dan tanda tangan KTP. Langkah ini diambil guna memastikan keabsahan identitas pemohon serta menghindari penyalahgunaan data kependudukan.
"Untuk mengganti foto atau tanda tangan KTP, memang harus datang langsung ke Siola. Kami perlu memverifikasi bahwa orang yang mengurus adalah benar-benar pemiliknya," tegas Eddy.
Eddy menambahkan, saat ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya menyediakan tiga loket layanan konsultasi administrasi kependudukan di MPP Siola, dengan petugas khusus yang menangani layanan tertentu. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk memaksimalkan penggunaan layanan KNG serta pelayanan di tingkat kelurahan.
"Jadi layanan adminduk di MPP Siola saat ini berfokus pada konsultasi penyelesaian masalah yang tidak dapat diselesaikan di tingkat kelurahan," ujar Eddy.