Layanan digital mengurangi jumlah pemohon adminduk di Siola

jatim.tuserparabola, SURABAYA - Pemandangan antrian yang panjang di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola Surabaya kini tidak lagi sepadat dulu.
Masyarakat semakin jarang datang langsung untuk mengurus administrasi kependudukan, seiring meningkatnya penggunaan layanan digital melalui aplikasi Klampid New Generation (KNG).
Jika sebelumnya jumlah pemohon adminduk di Siola bisa mencapai 3.000 orang dalam sehari, kini angkanya mengalami penurunan yang signifikan. Setiap hari, rata-rata pengunjung yang datang langsung hanya sekitar 400 orang.
"Dulu dalam sehari bisa mencapai 3.000 pengaju. Sekarang maksimal 400 karena sebenarnya hampir semua urusan administrasi kependudukan sudah bisa dilakukan secara online," kata Kepala Dispendukcapil Surabaya Eddy Christijanto, Sabtu (10/1).
Eddy mengatakan bahwa meskipun MPP Siola menyediakan berbagai layanan dari berbagai instansi, masalah kependudukan tetap menjadi yang paling diminati oleh masyarakat.
Namun, kebiasaan masyarakat kini mulai berubah, dari datang langsung ke loket, beralih menggunakan ponsel. Dengan aplikasi KNG, warga dapat menyelesaikan berbagai urusan secara mandiri.
Mulai dari pencetakan KTP, perubahan data pribadi, akta kelahiran, akta kematian, hingga perpindahan domisili. Banyak layanan tersebut juga dapat diselesaikan langsung di kantor kelurahan.
"Kalau bisa diselesaikan di tingkat kelurahan atau melalui ponsel, mengapa harus ke Siola," ujar Eddy.
Saat ini, layanan adminduk di MPP Siola lebih sering digunakan untuk konsultasi atau situasi khusus yang tidak dapat ditangani di tingkat kelurahan.
Misalnya, pengelolaan dokumen warga negara asing, kepemilikan izin tinggal, atau perbedaan nama dalam dokumen kependudukan.
"Jika di kelurahan Mentok, baru naik ke Siola agar kami periksa dan lakukan skrining," jelasnya.
Meski semuanya sudah digital, Eddy menekankan bahwa masih ada beberapa layanan yang memerlukan warga datang langsung, misalnya penggantian foto dan tanda tangan KTP.
Tindakan ini diambil untuk memastikan keabsahan identitas dan menghindari penyalahgunaan informasi.
"Jika mengganti foto dan tanda tangan, tetap harus datang. Kami memastikan bahwa yang mengurus benar-benar orang yang bersangkutan," tegasnya.
Untuk mendukung layanan tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya menyediakan tiga loket khusus konsultasi administrasi kependudukan di MPP Siola. Namun, Eddy kembali mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan online dan kelurahan terlebih dahulu sebelum datang ke Siola.
"Sekarang Siola bukan lagi tempat antrian, melainkan tempat mencari solusi jika masalah benar-benar tidak bisa diselesaikan di tingkat bawah," tambahnya.(mcr23/jpnn)