Melihat Proses Perakitan Baterai Hybrid Toyota

tuserparabola–Pertama kalinya, kami secara langsung menyaksikan proses perakitan baterai kendaraan di Indonesia. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengundang para jurnalis untuk mengunjungi pabrik mereka yang berada di Karawang, Jawa Barat, guna melihat proses perakitan baterai tersebut.

Produksi battery pack dimulai dengan varian Nickel Metal Hydride (NiMH) pada tahun 2022 yang digunakan pada model Kijang Innova Zenix. Pada tahun 2023, TMMIN juga menambahkan varian baterai Lithium-ion (Li-ion) untuk model Yaris Cross HEV sebagai bagian dari inovasi teknologi elektrifikasi.

Dalam tiga tahun, khususnya pada tahun 2025, TMMIN telah mengembangkan kemampuannya hingga mampu memproduksi baterai untuk tiga model sekaligus, yaitu Kijang Innova HEV, Yaris Cross HEV, dan Veloz HEV.

Selanjutnya, proses pembuatan baterai ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu modul baterai, perakitan komponen listrik/pack baterai, kabel penghubung, sistem pendingin, uji coba, dan pengendalian kualitas.

Fasilitas produksi battery pack TMMIN dirancang dengan fleksibilitas dan efisiensi yang tinggi. Melalui konsepmix line dan common process, satu line penggunaan produksi dapat dilakukan untuk menghasilkan dua jenis baterai HEV.

Selain itu, penerapan konsep Kinsetsuka dan Direct Supply memungkinkan proses produksi yang berdekatan dengan tahap berikutnya, sehingga alur kerja menjadi lebih cepat dan efisien. Keseluruhan rangkaian proses ini didukung oleh teknologi terintegrasi untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga sejak awal hingga akhir produksi, sesuai standar global Toyota.

Proses produksi baterai di fasilitas ini dimulai dengan pemasangan modul baterai kelower case, kemudian tahap berikutnya adalah perakitan kabel harness, yang mencakuphigh voltage dan low voltage wiring untuk memastikan koneksi dan keamanan sistem listrik.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya dilakukan pemasangan komponen elektrik utama, seperti 2. Berikutnya dilakukan pemasangan komponen listrik utama, antara lain 3. Kemudian dilakukan pemasangan komponen elektronik utama, yaitu 4. Setelah itu dilakukan pemasangan komponen kelistrikan utama, misalnya 5. Selanjutnya dilakukan pemasangan komponen elektrikal utama, termasuk 6. Berikutnya dilakukan pemasangan komponen elektrik inti, seperti 7. Selanjutnya dilakukan pemasangan komponen kelistrikan utama, contohnya 8. Berikutnya dilakukan pemasangan komponen elektrikal pokok, antara lain 9. Kemudian dilakukan pemasangan komponen elektrik utama, yaitu 10. Selanjutnya dilakukan pemasangan komponen kelistrikan utama, misalnyaRelay Utama Sistem, ECU Baterai, serta komponen pendukung lainnya. Setelah seluruh proses pemasangan selesai, dilakukan pemeriksaan fungsi keseluruhan, termasuk pengujian tegangan, resistansi isolasi, fungsi relay, dan verifikasi sistem, untuk memastikan semua kinerja sesuai dengan standar global Toyota.(AW)