Pemerintah Tiongkok Tetapkan Target Daur Ulang Mobil
Jakarta, IDN Times- Pemerintah Tiongkok telah mengeluarkan rencana tindakan kebijakan lintas departemen yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan bahan daur ulang dalam berbagai sektor industri, dengan sektor otomotif ditetapkan sebagai salah satu prioritas utamanya.
Mengutip Carnewschina, kebijakan ini menunjukkan komitmen kuat Beijing untuk memperkuat sistem daur ulang nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku utama.
Rencana yang dikenal dengan nama Rencana Aksi Peningkatan Penggunaan Bahan Daur Ulang ini menetapkan langkah-langkah strategis untuk memperluas pemanfaatan bahan daur ulang dalam proses produksi kendaraan serta rantai pasok yang terkait.
Laporan ini menekankan perlunya meningkatkan pasokan bahan daur ulang yang dapat diandalkan, menaikkan kualitas penerapan, serta mendorong penggunaan yang lebih luas dalam industri otomotif.
1. Dorongan kebijakan terhadap sektor otomotif
Kebijakan terbaru ini secara jelas mendorong produsen kendaraan untuk semakin meningkatkan penggunaan bahan daur ulang dalam proses produksi kendaraan, khususnya di wilayah yang memiliki teknis dan aturan yang memungkinkan.
Bahan seperti besi, aluminium, plastik, dan bahan pendukung lainnya disarankan untuk digunakan dalam bodi kendaraan, komponen struktural, bagian interior, serta sistem non-kritis sepanjang proses produksinya.
Selanjutnya, dokumen kebijakan tersebut juga menekankan pentingnya kerja sama yang lebih erat antara produsen mobil, perusahaan pemecahan kendaraan, unit daur ulang, dan pengolah bahan.
Tujuan utamanya adalah menciptakan rantai daur ulang yang lebih terintegrasi, sehingga bahan bekas dapat diperoleh secara efisien dan berkualitas untuk digunakan kembali dalam proses produksi.
Ekspor Kendaraan Tiongkok Mencapai Rp1,8 Kuadriliun dalam 10 Bulan!2. Perhatikan pengolahan ulang kendaraan dan baterai
Kebijakan ini tidak hanya meliputi bahan struktural kendaraan, tetapi juga menggarap aspek penting lain seperti daur ulang baterai mobil listrik.
Sebagai pasar kendaraan listrik terbesar di dunia, Tiongkok memandang baterai sebagai sumber bahan yang dapat didaur ulang dan digunakan kembali dalam proses produksi.
Aturan ini mendorong penguatan sistem pengumpulan dan pengolahan baterai bekas sebagai bahan baku untuk proses produksi baru.
Inisiatif ini juga selaras dengan tujuan Tiongkok dalam membangun sistem daur ulang limbah yang lebih menyeluruh serta mendukung penerapan praktik produksi sirkular di sektor otomotif, mulai dari desain kendaraan, proses produksi, hingga pengolahan akhir pada masa pakai kendaraan.
3. Standarisasi dan sistem pelacakan bahan
Selain tujuan penggunaan bahan, rencana kebijakan tersebut meliputi pembentukan standar, sistem sertifikasi, serta mekanisme pelacakan (traceability) terhadap bahan daur ulang.
Tujuan dari ini adalah memastikan keseragaman, keamanan, dan kualitas bahan daur ulang saat digunakan dalam proses produksi kendaraan bermotor, sehingga produsen dapat memasukkan bahan tersebut ke dalam jalur produksi mereka dengan keyakinan.
Pendekatan ini merupakan bagian dari upaya Tiongkok untuk tidak hanya mengurangi limbah dan emisi, tetapi juga memaksimalkan penggunaan sumber daya secara berkelanjutan di tengah pertumbuhan permintaan kendaraan yang pesat serta perubahan dalam industri otomotif global.
Tiongkok Mengklaim Berhasil Melakukan Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik!

