Pemkot Bogor Hentikan Subsidi Biskita, Tarif Naik?
Pemerintah Kota Bogor Tidak Akan Memberikan Subsidi Operasional Biskita, Harga Menjadi Mahal?
Pemerintah Kota Bogor tidak akan memberikan subsidi operasional Biskita Trans Pakuan saat beroperasi minggu depan. Berikut alasannya
tuserparabola/ News
Ferdian 4 Januari, 11.30 pagi 4 Januari, 11.30 pagituserparabola- Karena masa kontrak antara Pemerintah Kota Bogor dengan penyedia jasa Biskita Transpakuan berakhir pada 31 Desember 2025, layanan sempat dihentikan.
BisKita Trans Pakuan tidak lagi melayani penumpang sejak 1 Januari 2026 karena menghentikan operasionalnya.
Agar Biskita Transpakuan dapat kembali beroperasi, Pemerintah Kota Bogor perlu memperbaharui kerja sama melalui sistem lelang.
Namun, yang perlu dicatat, proses lelang akan memerlukan waktu yang cukup lama karena terdapat berbagai tahapan yang harus dijalani.
Dengan demikian, transportasi massal tersebut akan lebih lama berhenti yang berdampak pada penumpang setia Biskita Transpakuan yang terabaikan.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kota Bogor bersama para operator sedang berdiskusi untuk menemukan solusi.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyampaikan, hasil dari diskusi tersebut adalah BisKita Trans Pakuan tetap beroperasi secara mandiri.
Saat ini, kegiatan Biskita Transpakuan telah kembali beroperasi secara bertahap, dimulai dari koridor 2 dengan rute Ciawi-Terminal Bubulak.
Dedie Rachim mengatakan, seluruh koridor akan kembali berjalan mulai minggu depan, yaitu pada Senin (5/1/2026).
Namun, dengan sistem operasional yang mandiri, Pemerintah Kota Bogor tidak memberikan bantuan dana hingga proses lelang selesai.
Meski tidak menerima bantuan dana dari pemerintah daerah, menurutnya, tarif Biskita Transpakuan dipastikan tidak akan naik.
"Secara sementara, layanan tanpa subsidi diatur oleh operator dengan tarif yang sama," katanya mengutip TribunnewsBogor.com, Sabtu (3/1/2026).
Di sisi lain, Dedie A Rachim mengungkapkan bahwa penghentian operasional BisKita Trans Pakuan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya.
Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi topik pembahasan, antara lain biaya operasional kendaraan yang belum sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Contohnya, penambahan halte atau tempat pemberhentian bus berdampak pada biaya, jam kerja, dan tenaga kerja. Mengenai hal ini, kami sedang berupaya mencari solusi tercepat dan terbaik," katanya.
Copyright tuserparabola2026
Related Article